Pada tulisan sebelumnya, telah sedikit diperkenalkan model-model literasi informasi dan sudah ada sedikit paparan mengenail model yang pertama (1). Berikut kita lanjutkan pada model literasi informasi yang kedua. Selamat membaca!
2. Seven Faces of Information Literacy
Ada beragam definisi tentang literasi informasi, dan itu telah ada di tulisan sebelumnya, tapi tentu tidak membatasi bahwa di luar itu masih bertebaran definisi-definisi lain. Salah satunya adalah apa yang saya temukan kali ini dalam tulisan Christina Bruce, 2003.
Information Literacy is the ability to access, evaluate, organise and use information in order to learn, problem-solve, make decisions - in formal and informal learning contexts, at work, at home and in educational settings.
Literasi Informasi adalah kemampuan untuk mengakses, mengevaluasi, mengelola dan menggunakan informasi untuk belajar, memecahkan masalah, membuat keputusan - dalam konteks pembelajaran formal dan informal, di tempat kerja, di rumah dan di lingkungan pendidikan.
Definisi ini memang isinya senada dengan definisi-definisi yang telah disampaikan sebelumnya, hanya saja ada tambahan penekanan bahwa literasi informasi relevan di semua aspek kehidupan, sehingga dikatakan sebagai keterampilan untuk mendukung belajar sepanjang hayat.
Model kedua kali ini adalah menyoroti pengalaman orang dalam berinteraksi dengan informasi baik itu ketika belajar, mengajar maupun dalam memecahkan permasalahan dan mengambil keputusan-keputusan. Pengalaman-pengalaman ini lah yang akan membawa dia pada kemampuan menggunakan informasi secara efektif dan efisien dan membawanya pada wisdom dari informasi itu sendiri.
Berikut ini 7 wajah dari literasi informasi yang saya kutip langsung alias tidak diterjemahkan ya..
- First face : The IT experience
- Second face : The Information sources experience
- Third face : The information process experience
- Fourth face : The information-control experience
- Fifth face : The knowledge construction experience
- Sixth face : The knowledge extension experience
- Seven face : The wisdom experience
Sebelum kita membahas satu per satu dari 7 poin di atas, alangkah baiknya kita sejenak mengingat-ingat apa saja yang sudah kita lakukan berkenaan dengan informasi ini. Beberapa pertanyaan berikut mungkin bisa membantu.
- Bagaimana kita menggunakan informasi dalam kehidupan sehari-hari dan dalam pekerjaan?
- Kapan tepatnya kita menggunakan informasi secara efektif?
- Pikirkan tentang bagaimana seharusnya seseorang menggunakan informasi secara efektif? (orang yang literate informasi itu menurut anda yang bagaimana?)
- Bagaimana pengalaman anda dalam mengasah diri anda sendiri untuk menjadi seorang yang literate terhadap informasi, apa yang anda lakukan? apakah mudah?
Setiap orang menggunakan informasi dengan cara yang berbeda sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Seorang mahasiswa tentu berbeda dengan seorang ibu rumah tangga. Seorang anak sekolah tentu berbeda dengan seorang profesional, misalnya.
Para ilmuwan dan kalangan profesional memandang literasi informasi sebagai: sebuah keterampilan belajar, kombinasi kemampuan TI dan informasi, sebuah proses, cara belajar, cara menggunakan informasi, suatu perilaku informasi.
Dan, dengan semua hal tersebut di atas, Bruce (2003) merumuskan literasi informasi ke dalam tujuh macam wujud/wajah sebagai berikut
1. The IT experience
Keterampilan Informasi literasi dapat dilihat dari seberapa besar pengalaman seseorang dalam 'menggunakan' TI. Apakah dia selalu menggunakan TI dalam usahanya mencari informasi? Apakah ia menggunakan TI untuk membuatnya tetap terhubung, terinform dengan baik dan untuk berkomunikasi?
2. The information sources experience
Suatu pengalaman dalam menggunakan sumber-sumber informasi, secara bibliografis, sebagai manusia/individu, dalam berorganisasi, sebagai kemampuan personal atau informasi sebagai alat untuk membantunya dalam membuat suatu keputusan.
3. The Information Process Experience
Pengalaman dalam memahami proses dengan bantuan informasi. Misalnya dalam kaitannya memecahkan masalah, membuat keputusan, menciptakan suatu jenis kreativitas seni.
4. The information-control experience
Pengalaman dalam menjadikan informasi sebagai 'pusat kendali'- center dalam mengakui informasi yang relevan, mengelola informasi, membuat hubungan antara informasi itu sendiri dengan project dan orang-orang yang terlibat dalam project tersebut (misalnya, research project), dan keterkaitan antara informasi dan bagian-bagian dari project.
5. The knowledge construction experience
Pengalaman mengkonstruksi pengetahuan. Penekanannya pada belajar, mengembangkan perspektif pribadi dengan pengetahuan yang diperoleh, dan tergantung pada berpikir kritis.
6. The knowledge extension experience
Pengalaman mengembangkan pengetahuan dari: Pengetahuan pribadi plus pengalaman plus kreatif insight/intuisi; dari pengalaman-pengalaman misterius; mengembangkan pengetahuan baru/pendekatan baru/solusi baru
7. The wisdom experience
Pengalaman memperoleh/menciptakan wisdom dari informasi menjadi suatu kualitas pribadi individu, nilai-nilai etika yang dianut hasil kombinasi dengan pengetahuannya, dan informasi yang diperolehnya dimanfaatkan/diciptakan kembali (menjadi pengetahuan baru) yang bermanfaat bagi orang lain/keperluan lain.
Sumber: Saven Faces of information literacy: towards inviting students into new experiences by Christina Bruce, 2003
No comments:
Post a Comment